Kamis, 11 Maret 2010

Penalaran induktif

Penalaran induksi adalah proses penalaran pada suatu keputusan, prinsip, atau sikap yang
bersifat umum dan khusus, berdasarkan pengamatan atas hal-hal yang
khusus.

* Proses induksi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

1. Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas jumlah gejala dengan
sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala
serupa.

Contoh :
Jika adaoksigen, manusia akan hidup.
Jika ada oksigen, hewan akan hidup.
Jika ada oksigen, tumbuhan akan hidup.
Jadi, jika ada oksigen mahkluk hidup akan hidup.

2. Analogi adalah suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu
gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensial
yang bersamaan.

Contoh analogi :

Lina adalah lulusan Akademi Perawatan
Lina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Rina adalah lulusan Akademi Perawatan.
Oleh Sebab itu, Rina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

3. Hubungan Kausal : Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.

Macam-macam hubungan kausal :
1) Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.

2) Akibat – Sebab.
Doni terlambat ke kantor disebabkan ban mobil Doni bocor.

3) Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di
rumah basah.

* Salar Nalar adalah gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau
cacat.

* Jenis-jenis salah nalar yaitu :

♦ Deduksi yang salah : Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau
tidak memenuhi persyaratan.

Contoh :

Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.

♦ Generalisasi terlalu luas
Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang
dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.

Contoh :

Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.

♦ Pemilihan terbatas pada dua alternatif

Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan
jawaban yang ada.

Contoh :

Orang itu membakar rumahnya agar kejahatan yang dilakukan tidak diketahui orang lain.

♦ Penyebab Salah Nalar

Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya
pergeseran maksud.

Contoh:

Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya.

♦ Analogi yang Salah

Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan
anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.

Contoh:

Juni walaupun lulusan Akademi Perawat tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.

♦ Argumentasi Bidik Orang

Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang
diembannya.

Contoh:

Program keluarga berencana tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas penyuluhannya
memiliki enam orang anak.

♦ Meniru-niru yang sudah ada

Salah nalar jenis ini berhubungan dengan anggapan bahwa sesuatu itu dapat kita lakukan
kalau orang lain melakukan hal itu.

Contoh:

Dia bisa melakukan korupsi karena pejabat pemerintah melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar